Rumahku Istanaku... itu kata orang-orang bijak.
Rumah adalah tempat tinggal kita untuk bernaung dari hujan, teriknya matahari, cuaca dingin, dan tempat berkumpulnya keluarga. Didalam rumah kita bisa belajar, mengajari anak-anak belajar, bersantai/ istirahat, bercanda, susah maupun senang. Didalam rumah terdiri dari Kepala Keluarga, Istri dan Anak-anak. Ada peraturan dalam keluarga salah satunya mengatur tentang perekonomian, jika perekonomian stabil dan terpenuhi kebutuhan keluarga pasti hati tenang, akan tetapi perekonomian tidak stabil tidak pandai-pandai mengaturnya apa jadinya dalam keluarga? pusingkan..... contohnya saya he..he..
Dengan membaca Bismillahirrohmanirohim.....
saya bermaksud menjual/ over kredit rumah dengan jangka waktu tinggal 10 tahun lagi, beralamatkan di Kp. Kaligandu Perum. Taman Mutiara Indah Blok I 11 No. 7. Tipe 29/ 72 dengan tabahan tanah 24m kebelakang, total luas 72 + 24 = 96m berada di Kota Serang - Prov. Banten (1 km dari Tol Serang Timur belok kanan)
Di Over Kredit dengan harga Rp. 75jt. Bisa nego dikit x...(Angs/bln 700rbn). Jika anda berminat Hub. 08777 1687453/ Akhmad ata kirim email : akhmadnia@gmail.com
SAPU JAGAT
Jumat, 07 Februari 2014
Minggu, 22 September 2013
HAK ORANG LAIN
Hak orang lain tidak dapat kita miliki kecuali jika kita memintanya kepada orang yang memiliki hak. Itu juga dengan meminta tidak dengan paksaan. Jika kita menemukan sesuatu katakanlah uang, uang tersebut kita temukan didekat orang yang sedang membayar di kasir, ketika orang itu membayar uangnya ada yang terjatuh dan kita melihatnya, lalu kita tidak begitu saja terdiam untuk mengambil dan memiliki uang itu. Ketika orang itu meninggalkan kasir panggillah dan katakan " mba/ bu/ pak/ juangnya terjatuh tidak ya?.., Lalu orang itu merogoh kantongnya, ternyata ia benar uangnya terjatuh, berikanlah uang tersebut pada orang itu.
Disitu kita lihat apakah ia benar-benar terjatuh uangnya, walaupun bukan uangnya tetapi ia mengakuinya uang itu terjatuh tetap kita berikan. Memang kita tidak melihat uang itu terjatuh dari kantongnya, tetapi uang itu hanya ada dia dan kita. Memang jika tidak terbiasa hati sangat berat sekali untuk memberikannya, kita ingin memilikinya karena uang itu sangat besar nilainya jika kita gunakan. Namun tetap bukan milik kita sendiri, itu adalah hak orang lain.
Jika kita mengambilnya dan tidak memberikannya lalu kita pakai uang tersebut, apa jadinya nanti.
Di perjalanan sepulang dari market tiba-tiba kita terkena musibah (tabrak lari) wah-wah-wah pasti kita akan memerlukan biaya yang lebih besar untuk mengobati luka--luka akibat tabrak lari tersebut dibanding dengan uang yang kita temukan dan kita makan.
Disitu kita lihat apakah ia benar-benar terjatuh uangnya, walaupun bukan uangnya tetapi ia mengakuinya uang itu terjatuh tetap kita berikan. Memang kita tidak melihat uang itu terjatuh dari kantongnya, tetapi uang itu hanya ada dia dan kita. Memang jika tidak terbiasa hati sangat berat sekali untuk memberikannya, kita ingin memilikinya karena uang itu sangat besar nilainya jika kita gunakan. Namun tetap bukan milik kita sendiri, itu adalah hak orang lain.
Jika kita mengambilnya dan tidak memberikannya lalu kita pakai uang tersebut, apa jadinya nanti.
Di perjalanan sepulang dari market tiba-tiba kita terkena musibah (tabrak lari) wah-wah-wah pasti kita akan memerlukan biaya yang lebih besar untuk mengobati luka--luka akibat tabrak lari tersebut dibanding dengan uang yang kita temukan dan kita makan.
Allah Maha Mengetahui segala perbuatan kita.
Langganan:
Komentar (Atom)








